Tips Terhindar Penyakit Dari Makan Gorengan

Makanan apa yang paling banyak diidamkan banyak orang tapi harganya sangat murah? Ya kita pasti menjawab gorengan. Namun, tau kah anda kalau gorengan sebenarnya kurang sehat bagi yang memakannya?

Gorengan yang mengandung banyak lemak dan kolesterol, seringkali menjadi pemicu berbagai macam penyakit seperti jantung dan stroke. Makanan gorengan umumnya
dimasak dengan minyak goreng hasil pengulangan dalam suhu tinggi dan dalam jangka waktu lama (deep frying). Hal ini lah yang menjadi kontribusi tertinggi terhadap asupan asam
lemak trans. Asam lemak trans adalah salah satu penyebab meningkatnya penyakit
Seperti penyumbatan pembuluh darah, dan salah satunya adalah penyakit jantung koroner dan stroke.

Asam lemak trans memiliki ikatan rangkap yang terdapat di dalam minyak atau lemak
cair. Asupan lemak trans yang tinggi di atas enam persen dari energi total secara terus
menerus bisa berakibat buruk pada banyak hal. Menurut beberapa dokter yang pernah menceritakan kepada penulis, pengaruh negatif asam lemak trans lebih besar dari asam lemak jenuh dan kolesterol. Konsumsi asam lemak trans akan
menaikkan kadar kolesterol jahat dan bisa menurunkan kadar kolesterol baik. Asam
lemak trans mempunyai efek negatif dua kali lipat dibanding asam lemak jenuh. setiap peningkatan satu persen asam lemak trans dapat meningkatkan kadar LDL sebesar 0,04 mmol
per liter dan menurunkan kadar HDL sebanyak 0,013 mmol per liter.

Asam lemak trans juga bisa menyebabkan bayi lahir prematur. Pasalnya, konsumsi
asam lemak trans pada ibu hamil dapat mengganggu asupan asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan oleh calon bayi.

Sebuah studi menunjukkan, wanita di negara yang mengonsumsi asam lemak trans tinggi akan menghasilkan ASI dengan kadar asam lemak trans sebesar 2 persen hingga 5
persen dari total asam lemak susu.

Jumlah asam lemak trans dapat meningkat di dalam makanan berlemak, terutama akibat dari proses pengolahan yang
diterapkan. Proses pemakaian minyak jelantah jelas dapat meningkatkan kadar asam
lemak trans. Itu berarti makanan yang dihasilkannya pun mengandung asam lemak
trans. Hal itu bisa dihindari dengan penggunaan minyak goreng secukupnya, sehingga tidak ada minyak goreng sisa.
Secara alami, asam lemak trnas diproduksi oleh sisa metabolisme hewan. Secara
sintesis asam lemak dapat terbentuk akibat hidrogensi asam lemak, sehingga menyebabkan terjadinya isomerisasi ikatan rangkap bentuk alami menjadi bentuk isomer trans.

Asupan asam lemak trans penduduk
Indonesia diperkirakan sangat tinggi.
Kesibukan orang, gaya hidup yang diterapkan pada anak, seolah-olah membuat empat sehat lima sempurna hilang, dan itu berbahaya buat jantung. Padahal, empat sehat lima sempurna merupakan makanan
yang sangat sehat untuk segala jenis penyakit.
Tak hanya junk food atau makanan cepat saji, gorengan pun kini menjadi makanan
yang sudah membudaya di masyarakat, gorengan sepertinya sudah menjadi makanan yang identik dengan
masyarakat Indonesia. Tidak hanya di desa, bahkan di kota pun sudah menjadi budaya,
padahal makanan ini sama halnya dengan junk food yang tidak sehat.

Gorengan juga tidak baik bagi penderita maag, karena dengan adanya lemak, lambung akan cepat terisi tapi lebih lambat
dicerna, alhasil seseorang akan merasa sudah kenyang dan tidak akan cepat lapar padahal baru makan dalam porsi sedikit. Hal
ini membuat kerja lambung akan terganggu.

Nah, berikut ini ada sedikit tips untuk mengurangi kadar lemak trans dalam gorengan jika anda terpaksa harus memakan gorengan:
1. Jika terpaksa makan gorengan
Sebaiknya singkirkan lapisan tepungnya dan sebisa mungkin tidak menyantap bagian yang berminyak.

2. Tapi jika anda tidak bisa menahan diri dan tetap ingin menyantap bagian luarnya yang
berminyak, maka berusahalah untuk mengunyahnya dengan baik. Mengunyah dengan baik akan mencampur makanan berminyak dengan air liur yang membantu menetralisir asam lemak trans hingga kadar tertentu. Mengunyah makanan
hingga 30 kali akan membantu
mengeluarkan air liur lebih banyak. Mengunyah dengan baik juga membantu penyerapan makanan meski dalam jumlah yang sedikit.

Postingan ini saya muat dalam rangka untuk mengingatkan saya pribadi karena tadinya saya adalah orang yang termasuk
maniak gorengan. Walaupun belum bisa meninggalkannya namun setidaknya sudah mulai mengurangi.

Bagaimana dengan anda, apakah penyuka gorengan juga?

Referensi : health.detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s