Project Pop – Bohong

Dengarlah sayangku
janganlah kau bersedih lagi
aku bisa mengerti mengapa
kau memilih tuk tinggalkanku
dan pergi dengannya

jujurmu padaku
sudah cukup bukti padaku
kini ku bisa cari pacar
yang sudah antri menungguku
sedari dulu

reff:
sesungguhnya hatiku
ingin menahanmu
kamu jangan pergi
kamu jangan pergi
sesungguhnya jiwaku bisa gila
jika hidup tanpamu
aku terlalu mencintaimu

pergilah sayangku
janganlah menoleh padaku
aku hanya menangis bahagia
ku tak mau kau melihat air mataku

repeat reff

tidakkah kau sadari
dari hari ke hari
ku memujamu, memanjakanmu
dengan sepenuh hati
tetapi yang terjadi
hancurlah mimpi-mimpi
ku dapati dirimu tlah pergi

repeat reff:

aku terlalu mencintaimu
aku terlalu mencintaimu
aku terlalu mencintaimu

Lirik lagu Bohong – Project Pop
adalah hak cipta / hak milik dari pengarang, artis, dan label musik yg bersangkutan. Jika Anda suka dengan lagu ini, belilah kaset / CD original atau nada sambung pribadi (NSP/RBT)-nya untuk mendukung artis yg bersangkutan

2 Comments Add yours

  1. oink says:

    Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
    Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
    Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
    namun kau tetap tabah hm…
    Meski nafasmu kadang tersengal
    memikul beban yang makin sarat
    kau tetap bertahan

    Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
    Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
    Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
    kini kurus dan terbungkuk hm…
    Namun semangat tak pernah pudar
    meski langkahmu kadang gemetar
    kau tetap setia

    Ayah, dalam hening sepi kurindu
    untuk menuai padi milik kita
    Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
    Anakmu sekarang banyak menanggung beban

    Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
    Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
    Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
    kini kurus dan terbungkuk hm…
    Namun semangat tak pernah pudar
    meski langkahmu kadang gemetar
    kau tetap setia

  2. oink :

    Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
    Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
    Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
    namun kau tetap tabah hm…
    Meski nafasmu kadang tersengal
    memikul beban yang makin sarat
    kau tetap bertahan

    Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
    Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
    Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
    kini kurus dan terbungkuk hm…
    Namun semangat tak pernah pudar
    meski langkahmu kadang gemetar
    kau tetap setia

    Ayah, dalam hening sepi kurindu
    untuk menuai padi milik kita
    Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
    Anakmu sekarang banyak menanggung beban

    Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
    Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
    Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
    kini kurus dan terbungkuk hm…
    Namun semangat tak pernah pudar
    meski langkahmu kadang gemetar
    kau tetap setia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s